RSS

Be a good parent with hypnosis !!! (cuplikan makalah)

19 Apr

HYPNOPARENTING

Hipnosis adalah pengtahuan dan teknik berkomunikasi dengan sistem kerja otak. Proses hipnosis dilakukan dengan melakukan komunikasi dengan otak untuk mengembangkan dendrit dalam sistem kerja otak.

Definisi Hipnosis Menurut Kamus Encarta

Menurut kamus Encarta, hipnosis mengandung dua pengertian, yaitu :

1)      Suatu kondisi menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada orang yang memberikan respon pada pertanyaan yang diajukan dan sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan.

2)      Teknik, cara, atau praktik untuk mempengaruhi orang sehingga masuk dalam kondisi hipnosis.

Definisi Hipnosis Menurut Pakar Psikologi

Para pakar hipnosis memberikan beberapa definisi, antara lain :

1)      Hipnosis adalah suatu kondisi dimana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi.

2)      Hipnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi orang sehingga mengubah tingkat kesadaran yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.

3)      Hipnosis adalah seni eksplorasi alam bawah sadar.

4)      Hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

5)      Hipnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti.

Suatu syarat untuk merasakan terhipnotis, anda harus sudah pernah mengalami suatu “sensasi” sehingga dapat membayangkannya secara detail. Hal tersebut dikarenakan, pikiran kita memproses stimulasi berupa kata-kata menjadi suatu gambaran mental berdasarkan informasi yang sebelumnya sudah ada di memori.

Mekanisme Kerja Otak

Pikiran sadar dan bawah sadar manusia saling berkomunikasi dan bekerja dalam waktu bersamaan secara parallel. Dalam sistem kerja pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, ada sebuah ruang dimana sugesti, nasihat, serta program apapun dapat bekerja efektif. Akan tetapi, hal ini baru bisa terjadi jika area RAS (reticular activating system) terbuka. RAS terbuka apabila kita sedang mengalami emosi yang kuat, saat terkejut, serta pada waktu menjelang, dan sesaat setelah bangun tidur. Pada saat seperti itulah, sugesti yang dimasukkan dapat bekerja efektif.

Riset yang dilakukan terhadap kondisi hinosis menunjukkan adanya perubahan pada gelombang otak yang sangat mempengaruhi perilaku manusia. Manusia memiliki empat jenis gelombang otak, yaitu :

1)      Beta, berada diantara 24-14/cps/gelombang per detik, kondisi bangun sadar.

Kondisi beta (12-40 Hz) adalah keadaan sadar seperti yang kita rasakan sehari-hari. Dalam kondisi manusia merespon segala yang terjadi berdasarkan pengalaman yang dialaminya.

2)      Alfa, berada diantara 14-7/cps/gelombang per detik, kondisi nirsadar.

Alfa (8-12 Hz) berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Delam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indera apa yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar.

3)      Theta, berada diantara 7-3,5/cps/gelombang per detik, kondisi nirsadar.

Theta (4-8 Hz) adalah gelombang yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconscious mind) ketika kita bermimpi dan terjadi REM (rapid eyes movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan merupakan gudang inspirasi kreatif.

4)      Delta, berada diantara 3,5-0,5/cps/gelombang per detik, kondisi tanpa kesadaran (normal sleep state).

Delta (4-0,1 Hz) merupakan frekuensi pikiran nirsadar (unconscious mind). Saat kita tertidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik.

Penelitian mengindikasikan bahwa, pada saat seseorang berada dalam pola gelombang alfa-theta, ia dapat belajar dengan sangat cepat.

Tahapan Praktik Hipnosis

Keberhasilan praktik hipnosis adalah ketika subjek sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapai tingkat ini ada faktor yang mempengaruhinya yaitu kondisi psikologis (kejiwaan) subjek, tingkat keaktifan berpikir subjek, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang penghipnotis, waktu, serta tingkat kepercayaan subjek terhadap seorang penghipnotis. Selain itu ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam praktik hipnosis, yaitu :

1)      Tahap pre-induction

Pra-induksi merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi uang bersifat kondusif antara penghipnosis dan subjek yang dihipnosis.

2)      Tahap induction

Induksi merupakan kunci utama dalam proses hipnosis, karena proses inilah yang akan membawa subjek dari kondisi beta ke kondisi alfa bahkan theta, dan sepenuhnya berada di bawah kendari seorang penghipnosis. Secara utuh proses induksi terdiri dari tiga bagian yaitu :

  1. a.      Relaxations

Proses untuk mengurang keaktifan gelombang otak (brain wave) subjek dari high beta ke low beta.

  1. b.      Induction

Proses untuk membawa subjek ke brain wave alfa untuk selanjutnya siap disugesti dengan “kalimat kunci”.

  1. c.       Deepening

Proses untuk membawa subjek ke trance level yang lebih dalam (theta)

3)      Pengujian transhipnosis

Depth level test yaitu pengujian tingkat kedalaman situasi terhipnotis seorang subjek. Pengujian ini biasanya dilakukan dengan cara memberikan perintah sederhana yang berlawanan dengan logika kesadaran biasa (conscious).

4)      Sugesti

Sugesti merupakan tahap inti dari maksud dan tujuan proses hipnosis. Pada tahap ini seorang penghipnosis mulai dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke alam bawah sadar subjek.

5)      Post-hypnotic suggestion

Post-hypnotic suggestion adalah ketika sugesti tetap bekerja walaupun seseorang telah berada dalam kondisi pascahipnosis (normal).

6)      Termination

Termination adalah suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnosis.

APLIKASI HIPNOSIS

  1. Medis
  2. Terapi Psikologis
  3. Marketing/Pemasaran
  4. Motivasi Kerja
  5. Forensik/Penyelidikan
  6. Pertunjukan
  7. Wisata Masa Lalu
  8. B.   HYPNOPARENTING

Parenting adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak.

Tiga Kesalahan Orang Tua

Ada tiga kesalahan orang tua yang dapat menghambat pembentukan pola perilaku anak, yaitu sebagai berikut :

1)      Inkonsistensi

Jika anak melakukan hal yang baik, puji dan sesekali berilah penghargaan berupa materi. Jika anak melanggar peraturan, tegur atau berilah hukuman yang mendidik. Jika kita menginginkan anak belajar pada waktu-waktu tertentu, jangan malah menghidukan televisi dan menonton sinetron. Berilah contoh dengan membaca buku atau bekerja dengan komputer sehingga anak merasa orang tua mendukung apa yang dilakukannya.

2)      Terlalu banyak intervensi

Hal yang sering terjadi dalam perkembangan anak adalah orang tua kerap kali melakukan intervensi yang justru membuat anak-anak mengalami ketergantungan terhadap pertolongan kita. Tanpa disadari, kita membentuk sikap mental yang tidak menunjang pembentukan karakter pejuang bagi anak-anak.

3)      Membanding-bandingkan

Mulailah untuk masuk ke dalam strukur kehidupan anak-anak dengan kesadaran bahwa masa dan era yang mereka tinggali sekarang berbeda. Mulailah berusaha memahami masa sekarang ini dimana anak hidup dan berjuang untuk masa depan mereka.  Mulaliah merubah sudut pandang dengan berusaha menyelami apa yang anak rasakan dan alami di masa ini.

Selalu perlakukan anak dengan baik. Jadikan semua yang anak dengar, lihat, dan rasakan merupakan hal-hal yang bersifat positif.

Membangkitkan Potensi Anak

Untuk membangkitkan potensi anak lewat hypnoparenting, beberapa program yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :

1)      Menanamkan sugesti pada waktu tertentu

Waktu paling efektif untuk memasukkan sugesti adalah ketika sedang mengalami emosi yang kuat, saat terkejut, serta pada waktu menjelang, dan sesaat setelah bangun tidur.

Orang tua dapat mulai memasukkan program yang terdiri dari susunan kalimat yang sesuai dengan permasalahan yang ini diselesaikan.

Ingatlah untuk selalu menggunakan kata-kata dengan emosi positif. Hindari menggunakan kata-kata yang mengandung emosi negatif.

2)      Teknik fisiologis

Teknik fisiologis bekerja dengan suatu hukum terpola bahwa jika kita melihat ke atas, akan sangat sulit membayangkan kesedihan. Begitu pula sebaliknya, akan sulit untuk membayangkan kesenangan ketika posisi kepala menunduk. Teknik ini sangat efektif untuk melakukan pengalihan terhadap suatu focus tertentu.

3)      Anchoring

Teknik ini adalah teknik dengan memberikan pesan mental dengan sentuhan atau tindakan dan kata-kata untuk mengasosiasikan kejadian tertentu.

Menerapkan Hypnoparenting dalam Mendidik Anak

Ketika ingin menyampaikan pesan-pesan atau nilai-nilai dalam kehidupan, buatlah suasana yang menyenangkan. Jadikan situasi menyenangkan tersebut sebagai media untuk mengalirkan sugesti-sugesti tentang kebahagiaan, cinta kasih, dan kelimpahan.

1)      Membangun kepercayaan anak

  1. a.      Verbal/nonverbal agreement

Manusia menyukai orang yang serupa atau memiliki pendapat yang sama. Sebelum menyampaikan pendapat yang berbeda kepada anak, sebaiknya gunakan persetujuan verbal atau nonverbal terlebih dahulu. Hal ini akan membuat pikiran bawah sadar anak lebih nyaman.

  1. b.      Mirroring and matching

Teknik ini dilakukan dengan cara meniru dan menyamakan bahasa tubuh untuk membangun keakraban. Gunakanlah teknik mirroring and matching hanya pada gerakan yang disukai oleh lawan bicara.

  1. c.       Language pacing

Teknik ini membentuk keakraban dengan cara menganalisa kecenderungan pemilihan kata lawan bicara. Kita perlu memahami dan mengerti kosa kata yang kerap dipergunakan oleh anak.

  1. d.      Eye contact and eye alignment

Teknik ini membangun keakraban dengan melakukan kontak mata dan sudut pandang dengan menimbulkan rasa nyaman bagi anak. Karena kontak mata yang tidak berlebihan dan wajar akan membangun keakraban.

2)      Sugesti

  1. a.      Client language preference

Gunakanlah kata-kata dan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Dengan demikian, sugesti akan mudah diterima secara benar oleh pikiran bawah sadar anak.

  1. b.      Emosi

Bangkitkan sensitivitas tiga indera utama mabusia yaitu pengelihatan (visual), pendengaran (auditori), dan perasaan (kinestetik). Dengan maksud bahwa dalam memberikan saran persuasif hendaknya mampu merancang pesan yang mencakup ketiganya.

  1. c.       Repetition

Kombinasi pilihan kata bermakna sama yang diulang seperlunya mampu memperkuat nuansa emosional dalam komunikasi.

  1. d.      Present tense

Ketika komunikasi dibentuk, berikanlah pernyataan tidak langsung yang bertujuan agar lawan bicara mendapatkan sensasi emosional sekarang juga, bukan diwaktu yang akan datang.

  1. e.      Personal

Penggunaan kaliat yang ditujukan secara pribadi akan lebih diterima pikiran bawah sadar manusia. Ketimbang memakai kata “kamu” sebutlah nama anak ketika melakukan sugesti dalam hypnoparenting.

  1. f.        Progressive

Diperlukan adanya pola kesatuan kalimat yang menunjukkan suatu kondisi bertingkat atau bertahap. Pola kalimat yang tidak jelas alurnya sulit tertuju pada pikiran bawah sadar.

  1. g.      Pacing – leading

Pola penyisipan ide di balik fakta sangat bermanfaat dalam memberikan saran persuasif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

by: F.Dewantoro

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 19, 2011 in Sekitar Komunikasi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: