RSS

SIklus Daur Hidup Produk

  1. Siklus daur hidup produk atau biasa dikenal dengan Product Life Cycle adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.

1.      Tahap perkenalan (introduction).

pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

Strategi yang diterapkan:

a.         Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy)

Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi. Perusahaan berusaha menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang mana akan digunakan untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran.

b. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy)

Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Harga tinggi untuk memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk menekan biaya pemasaran.

c. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy)

Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar. Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang paling besar.

d. Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy)

Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah. Harga rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya promosi yang rendah.

2. Tahap pertumbuhan (growth).

Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

Strategi yang diterapkan:

Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara:

a. Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik.

b. Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu, produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama)

c. Perusahaan memasuki segmen pasar baru.

d. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru.

e. Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising)

f. Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan berikutnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)

Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

Strategi yang diterapkan:

a. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.

b. Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan.

c. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya.

d. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan, keamanan atau kenyaman produk.

e. Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran.

f. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk, misalnya daya tahan, kecepetan, dan kinerja produk.

g. Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model, warna, kemasan dan lain – lain.

h. Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan.

4. Tahap kemunduran (decline)

Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas’ Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:

a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).

b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.

c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.

d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.

e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Strategi yang diterapkan:

a. Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik.

b. Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk

c. Mencari pasar baru

d. Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam industri dapat diatasi

e. Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan.

f. Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat

g. Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2012 in Uncategorized

 

Strategi Pull dan Push

• Push strategy
Merupakan strategi promosi yang menggunakan tanaga penjual dan promosi perdagangan untuk “mendorong” produk lewat saluran distribusi. Produsen mempromosikan produk kepada pedagang besar, pedagang besar kepada pengecer, dan pengecer mempromosikan kepada konsumen.
Meliputi kegiatan pemasaran (terutama sales force dan promosi penjualan) yang diarahkan pada saluran perantara (intermediari) untuk membujuk mereka agar mau memesan dan membawa produk untuk dipromosikan kepada end users.

• Pull Strategy
Merupakan strategi promosi yang menggunakan banyak biaya untuk periklanan dan promosi konsumen demi memupuk permintaan konsumen. Apabila strategi tarik berhasil konsumen akan mencari produk dari pengecer, pengecer akan mencari dari pedagang besar dan pedagang besar akan mencari dari produsen.
Meliputi kegiatan pemasaran (terutama iklan dan promosi untuk konsumen) yang diarahkan pada end users untuk membujuk mereka agar meminta produk tersebut pada perantara sehingga perantara kemudian memesan produk tersebut ke perusahaan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2012 in Sekitar Komunikasi

 

link nama bunga

http://www.800florals.com/care/glossary.asp

http://www.buzzle.com/articles/list-of-flower-names-with-meanings-and-pictures.html

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2012 in Uncategorized

 

Media Above The Line dan Media Below The LIne

Below The Line ( Media Lini Bawah)

Below The Line ( BTL) adalah segala aktifitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah merangkul konsumen supaya aware dengan produk kita, contohnya : program bonus/hadiah, event, pembinaan konsumen dll.
Semua aktifitas ini biasanya dilakukan oleh kantor perwakilan di daerah yang menjadi area pemasarannya. Pada intinya definisi below the line adalah bentuk iklan yang tidak disampaikan atau disiarkan melalui media massa, dan biro iklan tidak memungut komisi atas penyiarannya/pemasangannya. Kegiatan promosi below the line suatu brand paling banyak dilakukan melalui beragam event. Dengan event ini, konsumen akan berhubungan langsung dengan brand, sehingga bisa terjadi komunikasi antara brand dengan konsumen. Beragam pendekatan dalam melakukan brand activation ini sudah banyak dilakukan.
JENIS-JENIS MEDIA LINI BAWAH
1. LITERATUR PENJUALAN
Banyak barang dan jasa yang bisa dijual dengan lebih mudah kalau konsumen diberi tulisan/literatur yang secara lebih rinci menjelaskan kegunaan, karakteristik dan berbagai aspek lainnya dari produk yang bersangkutan. Tulisan yang membuat aneka informasi mengenai produk itulah yang disebut sebagai literatur penjualan. Cara penawaran literature ini bisa lewat iklan, dikirim lewat pos dengan disertai produknya sendiri (misalnya pada bungkusannya atau kemasannya. Atau bisa juga disediakan di point of salenya). Bentuk-bentuk literature penjualan itu sendiri cukup bervariasi, antara lain:
• Leaflet, berwujud sehelai kertas dari bagan yang agak kaku (agar tidak mudah robek,ditekuk, atau dilipat)
• Folder, seperti tersirat dari namanya, folder adalah selembar bahan cetakan yang bisa jadi ukurannya cukup besar yang penampilannya diperingkas dengan cara melipat folder menjadi dua seperti map atau buku agar mudah dibawa-bawa. Atau bisa juga dilipat dengan gaya corcentina sehingga membentuk beberapa halaman terpisah tanpa perlu dipotong.
• Brosur atau booklet. Bila literature berjumlah kelipatan empat halaman, maka literature penjualan tersebut bisa dijilid dengan semacam penjepit yang sederhana, sementara halaman-halaman tunggal dapat dijilid dengan cara penjilidan seperti biasa, dimana sisi kiri dilem dan kemudian diberi cover agar lebih kuat dan indah.
• Broadsheet, bentuk literature ini sebenarnya sekedar merupakan jenis lain dari folder yang tidak dilipat dan berukuran sama dengan sehalaman surat kabar. Peta, atlas dan poster-poster kecil biasa dicetak dengan ukuran ini. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut halaman surat kabar yang berukuran besar (normal), guna membedakannya dengan ukuran halaman tabloid.
• Catalog. Adalah sejenis brosur yang menerangkan dan kadang-kadang ditambah dengan ilustrasi tentang berbagai produk yang ditawarkan perusahaan dengan harganya. Ukurannya bermacam-macam mulai dari ukuran saku sampai yang sebesar buku telepon, tergantung keperluan bisnisnya.
• Jadwal perjalanan. Literature penjualan ini juga tergolong brosur, dan ukurannya bisa menyerupai sebuah buku saku yang cukup tebal sepertiu jadwal penerbangan atau bisa juga berupa folder-folder kecil seperti jadwal untuk bis dan kereta api. Pada umumnya jadwal yang berisi catatan keberangkatan dan kedatangan kereta api atau penerbangan seukuran buku tulis.
• Kartu pos berwarna. Publisitas yang bermanfaat bisa didapat dengan menghadiahkan kepada para pelanggan kartu pos yang menarik. Hal ini sudah lazim dilakukan oleh menejemen hotel-hotel, maskapai penerbangan dan lain-lain.
• Peralatan tulis menulis. Amplop-amplop dan kop surat yang ditempatkan di kamar-kamar hotel tidak saja berguna sebagai salah satu layanan hotel, namun benda-benda tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana iklan. Disitu dapat dituliskan nama produk-produk atau jasa yang tersedia, atau sekedar daftar alamat dan nomor telepon pihak perusahaan. Cara sederhana ini sering berhasil mengundan datangnya pesanan.
• Sisipan/stuffer. Ini adalah leaflet-leaflet yang ditempatkan atau disisipkan dalam kotak atau kemasan produk yang bersangkutan. Isinya adalah petunjuk-petunjuk tentang bagaimana cara menggunakan suatu produk atau kegunaan-kegunaan mengiklankan produk-produk lain dari suatu perusahaan.
• Agenda/ catatan harian kecil, baik buku catatn harian atau diary meja maupun yang berukuran saku memiliki iklan yang lama, karena diary dipakai sepanjang tahun dan diary baru atau diary yang diisi kembali bisa diberikan setiap tahun seperti untuk hadiah tahun baru. Selain sebagai hadiah keneng-kenangan, ini merupakan wahanaiklan yang sederhana akan tetapi cukup efektif.
• Catatan nomer telepon, bisa berupa kertu-kartu gantung atau buku pencatatseukuran saku yang tampak serasi jika ditempatkan disamping telepon.
• Kartu jaminan. Kartu ini lazim dipasang menyertai berbagai produk, berisikan petunjuk-petunjuk yang bersangkutan termasuk cara penggunaannya atau perawatannya.
• Kartu-kartu garansi. Selain untuk memberi nomor register penjualan yang dibutuhkan sebagai garansi, kartu-kartu ini juga bisa digunakan sebagai wahana untuk mengumpulkan detil-detil pembelian at5au aneka informasi lainnya dari konsumen dalam rangka suatu riset.
• Daftar harga dan formulir pemesanan. Kedua jenis literature penjualan ini bisa disatuikan atau dibuat terpisah. Formulir-formulir pemesanan harus dirancang sedemikian ruapasehingga mudah diisi, dan informasi lainnya seperti jumlah pemesanan/order atau jumlah pembayaran, serta alamat lengkap si pemesan harus tertera jelas.
1. BENDA-BENDA PAJANGAN DI TEMPAT PENJUALAN (POINT OF SALES DISPLAY MATERIAL)
Yang dimaksud dengan benda pajangan adalah benda-benda yang sengaja dirancang untuk menarik perhatian pengunjung, serta mempertinggi kemungkinan terjadinya penjualan. Pajangan tersebut bisa juga menjadi semacam pertanda bahwa suatu tempat atau pihak perusahaan tertentu merupakan pemasok produk tersebut.
Benda-benda pajangan cukup bervariasi, di antaranya:
• Mobil atau alat peraga bergerak. Mobil ini biasanya dipasangi dengan potongan-potongan pajangan yang diikat pada semacam kawat yang merentang dari atap took sehingga bila tertiup angina ia berkibar-kibar. Mobil-mobil semacam ini banyak dipakai oleh supermarket-supermarket yang ruang pajangnya terbatas.
• Poster. Poster berukuran crown atau double crown biasanya selalu ada di ruang-ruang pajang, di dinding dekorasi, pintu-pintu serta jendela-jendela toko. Selain poster-poster bergambar dan berwarna ada pula poster yang dibuat dari kain sutra yang mengkilap warnanya, yang sering dipakai barbagai took untuk mengumumkan adanya suatu penawaran khusus.
• Stiker. Merupakan salah satu bentuk pajangan tertua, yang masa bertahannya sangat lama. Bentuknya adalah potongan-potonganh kertas yang bisa ditempel di sudut-sudut jendela.
• Contoh-contoh kemasan. Kotak, bungkusan atau botol kosong yang serupa dengan produk aslinya juga berguna untuk pajangan di jendela, terutama untuk aneka produk yang mudah rusak jika dibiarkan terlalu lama dipajang, atau produk yang terlalu banyak memakan tempat jika dipajang secara utuh.
• Produk sisa. Banyak supermareket mempunyai tong-tong yang dihiasi dengan nama-nama produk dan diisi dengan produk sisa yang bermerek yang ditempatkan di dekat kasir untuk menarik minat pembeli.
• Stand kasa. Stand semacam ini, baik yang berdiri sendiri atau dipasang di atas meja counter, atau digantung di meja kasir, berisi suatu produk tertentu yang dijual secara swalayan. Stand tersebut harus dipasangi papan nama pabrik pembuatnya agar para pengecer tidak mengisinya dengan produk lain yang justru merupakan saingan mereka.
• Kartu pajangan. Kartu-kartu semacam ini baik yang diikat maupun yang digantung, terbuat dari kertas atau logam, gampang dibawa jika si pengecer memiliki ntoko yang berpindah-pindah atau temporer. Krtu tersebut bertahan lama terutama yang bahannya kuat ada yang dipajang secara permanent, ketakanlah di meja resepsionis hotel, misalnya kertu-kartu kredit pajangan.
• Kotak-kotak dispenser. Mirip dengan kartu pajangan, kotak dispenser sifatnya portable dan bisa dipasang secara permanent kalau leaflet-leaflet yang ada di dalamnya selalu dibutuhkan orang. Kotak dispenser seperti ini sering dipakai untuk memajang prospectus-prospectus asuransi, leaflet atau brosur wisata, dan formulir resmi.
• Jam dinding. Inipun merupakan pajangan yang popular permanent karena setiap kali orang melihat jam, maka pada waktu yang bersamaan akan terbaca pula nama si pemasang iklan
• Tokoh-tokoh iklan. Johnie walker, Ronald McDonald, Michelin Maa, Kelinci Enigizer merupakan tokoh-tokoh yang dasawarsa ini digunakan menjadi pajangan. Ada yang berupa patung atau potongan karton. Tokoh pajangan milik Michelin bahkan muncul dalam berbagai bentuk patung karet. Ada statis ada pula yang bergerak.
• Model. Kerena bentuknya tiga dimensi dan berskala tertentu, maka model sifatnya anat realistis dan cocok untuk digunakan sebagai pajangan terutama barang-barang yang aslinya terlalu besar ataui yang mustahil dipajang di etalase. Misalnya model pesawat terbang.
• Model bergerak. Model yang aktif biasany6a menarik perhatian sehingga ada saja orang yang berhenti dan mengamatinya.
• Pajangan berlampu. Seperti halnya lampu hiasan yang berkedap-kedip atau berganti-ganti warna, symbol atau pajangan berlampu yang dipasang pada sebuah jendela akan menarik perhatian, khususnya bagi orang yang berlalu-lalang di depan toko atau di jalan raya setelah hari gelap. Perhatian akan tetap tercurah sekalipun tokonya tutup.
• Kartu/ kotak dispenser. Ada dispenser yang ditempel secara utuh di dinding seperti kartu-kartu yang dipakai untuk mengambil kacang goreng, dan ada yang dipajang, di gantungan, dan berbentuk balon, kantong atau sachet untuk barang-barang sep[erti mainan, pisau cukur, kaset musik, barang-barang pandai besi, atau bolpen. Gantungan bisa dipasang di dinding atau took atau stand khusus atau fitting yang disediakan oleh pabrik. Dengan demikian dispenser merupakan salah satu bahan pajangan yang permanent dan bersifat swalayan.

Above The Line (ATL)

Pemasaran atau marketing Above The Line (ATL) artinya adalah pemasaran yang melakukan pemasaran produk / jasa dengan menggunakan mass media.
Media yang digunakan biasanya adalah media televisi, radio, media cetak (koran, majalah, dll). Dan saat ini ketika Internet sangat booming menggunakan iklan pada search engine atau banner pada situs-situs terkenal.
Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience.
ATL digunakan jika memang pasar yang dituju sangat luas dan sulit atau belum bisa didefinisikan.

1. IKLAN MEDIA CETAK
 Karakteristik dan Keunggulan media cetak:
• Terbit harian, mingguan, bulanan. Bisa menayangkan iklan secara berturut-turut.
• Iklan dapat bersifat informatif dengan narasi yang cukup panjang jika memang diperlukan.
• Bersifat contoh; koran dibaca oleh sebagian besar masyarakat dan tidak mewakili kelas tertentu. Majalah dan tabloid memiliki pembaca yang mempunyai minat khusus.
• Fleksibel; dapat dibaca dimana saja dan kapan saja.
• Bisa memperoleh data statistik tentang produk.
• Produk yang mempunyai konsumen tertentu dapat menggunakan media cetak yang memiliki karakteristik yang sesuai.
 Kelemahan media cetak

• Masa hidup yang singkat.
• Resiko cetakan buruk dan kesalahan cetak.
• Medium pasif.
• Medium statis.
• Membutuhkan minat baca dari konsumen.

 Kategori – kategori media cetak:
• Koran nasional dan koran daerah.
Pemilihan berdasar area pemasaran produk yang akan diiklankan.

• Tabloid
Terbit mingguan dengan peminat baca tertentu. contohnya tabloid berdasar segmen umur, tabloid hobi.

• Majalah
Terbit bulanan dengan peminat baca tertentu. Desain, layout, model dan bentuk lebih eksklusif.

• Jurnal perdagangan
diterbitkan untuk kalangan pembeli grosir maupun eceran yang diterbitkan oleh departemen store, supermarket.

• Jurnal teknik dan jurnal profesional
jurnal yang diterbitkan oleh kalangan tertentu. Biasanya tidak diperdagangkan. Iklan dapat dipasang dengan segmen pasar yang lebih spesifik. Contohnya jurnal kedokteran memuat iklan tentang obat, alat kesehatan, dan lain-lain.

• Direktori
terbit setiap tahun yang berisi direktori nomor telepon perumahan maupun bisnis. contohnya yellow pages.

2. IKLAN RADIO

 Karakteristik iklan radio:

• Waktu transmisi tak terbatas.
 Lebih interaktif dengan suara manusia dan musik. Dapat mewakili emosi tertentu.
 Pendengar cenderung lebih santai saat mendengar radio daripada membaca koran atau majalah.
• Radio menjadi teman setia pendengar.
• Emosi pesan disesuaikan dengan regional tertentu.
• Dapat membeli jam siar tertentu sehingga bisa beriklan lebih maksimal.

 Keunggulan iklan radio:
• Biaya iklan murah.
Karena iklan radio hanya membutuhkan satu naskah yg dibacakan penyiar di studio atau pesan iklan yg sudah direkam sebelumnya dan siap disiarkan stasiun radio. Tarif iklan radio lebih murah dibanding tarif iklan tv.

• Selektivitas.
Tersedianya audiens yg sangat selektif yg muncul dari berbagai format siaran dan cakupan/geografis siaran yg dimiliki setiap stasiun penyiaran radio. Pemasang iklan dpt fokus pd audien dari kelompok tertentu. Format siaran radio disajikan menurut kebutuhan audien.

• Fleksibilitas.
Hanya beberapa menit sebelum siaran, dpt mengajukan materi dan merubahnya. Iklan radio dpt dibuat dan dijadwalkan dlm waktu singkat sehingga dpt disesuaikan dgn situasi pasar setempat.

• Mental imagery.
Kemampuan radio utk membuat audien membayangkan gambar visual sebagaimana yg dilihatnya di tv.

• Promosi terpadu.
Pemasang iklan dpt melibatkan dalam promosi siaran langsung dari lokasi penjualan supaya lebih menarik konsumen, dan menjadi sponsor dari liputan siaran langsung suatu kegiatan, seperti olahraga, festival, dll.

 Kelemahan iklan radio

• Kreatifitas terbatas.
Radio tidak dpt menyediakan gambar visual, sehingga audien tidak dpt melihat produk dan pemasang iklan tidak dpt menunjukkan demonstrasi cara kerja produk.

• Fragmentasi.
Audien radio terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok. Sehingga setiap radio memiliki jumlah audien yg relatif sedikit, dan sangat sulit menjangkau khalayak secara nasional.

• Perhatian terbatas.
Kesulitan mendapatkan perhatian khusus dari khalayak terhadap iklan. Mendengarkan radio biasanya menjadi kegiatan selingan, sehingga audien sering kehilangan sebagian pesan iklan yg disiarkan.

• Riset terbatas.
Penelitian audien radio terbatas karena perusahaan kecil tidak memiliki dana untuk melakukan riset. Maka keputusan pembelian iklan radio tidak didukung oleh data informasi mengenai audien dari perencana media.

• Persaingan.
Dengan durasi iklan yg sebentar maka berbagai iklan lainnya bersaing utk mendapatkan perhatian audien.

3. IKLAN TELEVISI

 Karakteristik iklan televise:

• Kesan realistik

• Media hiburan yang populer

• Repetisi

• Ideal untuk pedagang eceran

• Akan lebih maksimal dedngan dukungan media lain, misalnya majalah atau koran.

 Keunggulan iklan televise

• Memiliki jangkauan yang luas

• Memiliki kemampuan untuk mendemonstraasikan

 Kelemahan iklan televise

• Menjangkau pemirsa secara massal

• Keterbatasan durasi dan materi

• Biaya relatif mahal

• Pembuatan iklan relatif lama

• Jika terlalu banyak repetisi, ceenderung membosankan.

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 3, 2012 in Sekitar Komunikasi

 

Find The Way…

Ada cerita unik dibalik kesukaan saya terhadap lagu ini.. Find the way, Find the song

Beberapa bulan kemarin tiba-tiba otak ini melakukan recalling terhadap satu lagu, liriknya gk tau, yang tau nada nya doang (kaya lagu KUBURAN BAND “lupa-lupa ingat” hha)

Saking penasarannya sama itu lagu, membuat saya bertanya pada Mbah Google.  Berminggu-minggu dicari dgn menggunakan clue yang terbatas, tetep gak ketemu..

Hampir menyerah usaha keras nya gk membuahkan hasil, akhirnya iseng pengen ngelengkapin koleksi lagu EDcoustic. Di-download deh tuh lagu-lagu kenangan pas berkecipung di dunia Nasyid waktu SMA.  Iseng juga download yg  judulnya FIND THE WAY, lagu yang sebenernya gk pernah dimasukin di MP4 dulu ( dulu, kata temen sih lagunya enak, tapi entah kenapa itu gak membuat saya punya niat buat dengerin ^^)

Beres download, langsung didengerin deh tuh lagu-lagu. Beuudeuuhh.. alangkah terkejutnya saya pas main lagu FIND THE WAY, ternyata itu lagu yang saya cari selama ini.  Wah, EDcoustic nge-remake lagu ini ya!!!, pikir saya waktu itu.  Langsung dateng lagi ke Mbag Google buat nyari siapa yg nyanyiin aslinya ( sebelumnya dikirain yg nyanyi tuh C.Bautista atau siapa gitu ).  Terkejut sekali lagi pas tau emang asli EDcoustic yg nyanyiin, yang bikinnya kang Deden pula haha.  Dicari liriknya, SubhanAllah…  ya bro, maneh tepat, lagu ini memang enak!!

FIND THE WAY

by: EDcoustic

You give me hope, to realize
The reason why and what am I living for
After so long follow my feet
Looking for life that You have given me

As I remember those days the darkness time
When I was not caring You were there
Now I care to take this way so clear
And I feel so proud to be a muslim guy

Reff :

And now how so great that I feel
Living up to the light, with You inside my heart
And I could never be the same
Without You involve in
On me to try to find the way

Now I believe in anyway
That You will always here inside my mind
And I believe You’ll always hear
An every beat, the trembling of my heart

Every time I pray I cry for You
And I feel the peacefull of my soul
To obey in every word You say
When the time has come, let me die in Your way

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 21, 2011 in Uncategorized

 

Be a good parent with hypnosis !!! (cuplikan makalah)

HYPNOPARENTING

Hipnosis adalah pengtahuan dan teknik berkomunikasi dengan sistem kerja otak. Proses hipnosis dilakukan dengan melakukan komunikasi dengan otak untuk mengembangkan dendrit dalam sistem kerja otak.

Definisi Hipnosis Menurut Kamus Encarta

Menurut kamus Encarta, hipnosis mengandung dua pengertian, yaitu :

1)      Suatu kondisi menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada orang yang memberikan respon pada pertanyaan yang diajukan dan sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan.

2)      Teknik, cara, atau praktik untuk mempengaruhi orang sehingga masuk dalam kondisi hipnosis.

Definisi Hipnosis Menurut Pakar Psikologi

Para pakar hipnosis memberikan beberapa definisi, antara lain :

1)      Hipnosis adalah suatu kondisi dimana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi.

2)      Hipnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi orang sehingga mengubah tingkat kesadaran yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.

3)      Hipnosis adalah seni eksplorasi alam bawah sadar.

4)      Hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

5)      Hipnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti.

Suatu syarat untuk merasakan terhipnotis, anda harus sudah pernah mengalami suatu “sensasi” sehingga dapat membayangkannya secara detail. Hal tersebut dikarenakan, pikiran kita memproses stimulasi berupa kata-kata menjadi suatu gambaran mental berdasarkan informasi yang sebelumnya sudah ada di memori.

Mekanisme Kerja Otak

Pikiran sadar dan bawah sadar manusia saling berkomunikasi dan bekerja dalam waktu bersamaan secara parallel. Dalam sistem kerja pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, ada sebuah ruang dimana sugesti, nasihat, serta program apapun dapat bekerja efektif. Akan tetapi, hal ini baru bisa terjadi jika area RAS (reticular activating system) terbuka. RAS terbuka apabila kita sedang mengalami emosi yang kuat, saat terkejut, serta pada waktu menjelang, dan sesaat setelah bangun tidur. Pada saat seperti itulah, sugesti yang dimasukkan dapat bekerja efektif.

Riset yang dilakukan terhadap kondisi hinosis menunjukkan adanya perubahan pada gelombang otak yang sangat mempengaruhi perilaku manusia. Manusia memiliki empat jenis gelombang otak, yaitu :

1)      Beta, berada diantara 24-14/cps/gelombang per detik, kondisi bangun sadar.

Kondisi beta (12-40 Hz) adalah keadaan sadar seperti yang kita rasakan sehari-hari. Dalam kondisi manusia merespon segala yang terjadi berdasarkan pengalaman yang dialaminya.

2)      Alfa, berada diantara 14-7/cps/gelombang per detik, kondisi nirsadar.

Alfa (8-12 Hz) berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Delam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indera apa yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar.

3)      Theta, berada diantara 7-3,5/cps/gelombang per detik, kondisi nirsadar.

Theta (4-8 Hz) adalah gelombang yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconscious mind) ketika kita bermimpi dan terjadi REM (rapid eyes movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan merupakan gudang inspirasi kreatif.

4)      Delta, berada diantara 3,5-0,5/cps/gelombang per detik, kondisi tanpa kesadaran (normal sleep state).

Delta (4-0,1 Hz) merupakan frekuensi pikiran nirsadar (unconscious mind). Saat kita tertidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik.

Penelitian mengindikasikan bahwa, pada saat seseorang berada dalam pola gelombang alfa-theta, ia dapat belajar dengan sangat cepat.

Tahapan Praktik Hipnosis

Keberhasilan praktik hipnosis adalah ketika subjek sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapai tingkat ini ada faktor yang mempengaruhinya yaitu kondisi psikologis (kejiwaan) subjek, tingkat keaktifan berpikir subjek, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang penghipnotis, waktu, serta tingkat kepercayaan subjek terhadap seorang penghipnotis. Selain itu ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam praktik hipnosis, yaitu :

1)      Tahap pre-induction

Pra-induksi merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi uang bersifat kondusif antara penghipnosis dan subjek yang dihipnosis.

2)      Tahap induction

Induksi merupakan kunci utama dalam proses hipnosis, karena proses inilah yang akan membawa subjek dari kondisi beta ke kondisi alfa bahkan theta, dan sepenuhnya berada di bawah kendari seorang penghipnosis. Secara utuh proses induksi terdiri dari tiga bagian yaitu :

  1. a.      Relaxations

Proses untuk mengurang keaktifan gelombang otak (brain wave) subjek dari high beta ke low beta.

  1. b.      Induction

Proses untuk membawa subjek ke brain wave alfa untuk selanjutnya siap disugesti dengan “kalimat kunci”.

  1. c.       Deepening

Proses untuk membawa subjek ke trance level yang lebih dalam (theta)

3)      Pengujian transhipnosis

Depth level test yaitu pengujian tingkat kedalaman situasi terhipnotis seorang subjek. Pengujian ini biasanya dilakukan dengan cara memberikan perintah sederhana yang berlawanan dengan logika kesadaran biasa (conscious).

4)      Sugesti

Sugesti merupakan tahap inti dari maksud dan tujuan proses hipnosis. Pada tahap ini seorang penghipnosis mulai dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke alam bawah sadar subjek.

5)      Post-hypnotic suggestion

Post-hypnotic suggestion adalah ketika sugesti tetap bekerja walaupun seseorang telah berada dalam kondisi pascahipnosis (normal).

6)      Termination

Termination adalah suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnosis.

APLIKASI HIPNOSIS

  1. Medis
  2. Terapi Psikologis
  3. Marketing/Pemasaran
  4. Motivasi Kerja
  5. Forensik/Penyelidikan
  6. Pertunjukan
  7. Wisata Masa Lalu
  8. B.   HYPNOPARENTING

Parenting adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak.

Tiga Kesalahan Orang Tua

Ada tiga kesalahan orang tua yang dapat menghambat pembentukan pola perilaku anak, yaitu sebagai berikut :

1)      Inkonsistensi

Jika anak melakukan hal yang baik, puji dan sesekali berilah penghargaan berupa materi. Jika anak melanggar peraturan, tegur atau berilah hukuman yang mendidik. Jika kita menginginkan anak belajar pada waktu-waktu tertentu, jangan malah menghidukan televisi dan menonton sinetron. Berilah contoh dengan membaca buku atau bekerja dengan komputer sehingga anak merasa orang tua mendukung apa yang dilakukannya.

2)      Terlalu banyak intervensi

Hal yang sering terjadi dalam perkembangan anak adalah orang tua kerap kali melakukan intervensi yang justru membuat anak-anak mengalami ketergantungan terhadap pertolongan kita. Tanpa disadari, kita membentuk sikap mental yang tidak menunjang pembentukan karakter pejuang bagi anak-anak.

3)      Membanding-bandingkan

Mulailah untuk masuk ke dalam strukur kehidupan anak-anak dengan kesadaran bahwa masa dan era yang mereka tinggali sekarang berbeda. Mulailah berusaha memahami masa sekarang ini dimana anak hidup dan berjuang untuk masa depan mereka.  Mulaliah merubah sudut pandang dengan berusaha menyelami apa yang anak rasakan dan alami di masa ini.

Selalu perlakukan anak dengan baik. Jadikan semua yang anak dengar, lihat, dan rasakan merupakan hal-hal yang bersifat positif.

Membangkitkan Potensi Anak

Untuk membangkitkan potensi anak lewat hypnoparenting, beberapa program yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :

1)      Menanamkan sugesti pada waktu tertentu

Waktu paling efektif untuk memasukkan sugesti adalah ketika sedang mengalami emosi yang kuat, saat terkejut, serta pada waktu menjelang, dan sesaat setelah bangun tidur.

Orang tua dapat mulai memasukkan program yang terdiri dari susunan kalimat yang sesuai dengan permasalahan yang ini diselesaikan.

Ingatlah untuk selalu menggunakan kata-kata dengan emosi positif. Hindari menggunakan kata-kata yang mengandung emosi negatif.

2)      Teknik fisiologis

Teknik fisiologis bekerja dengan suatu hukum terpola bahwa jika kita melihat ke atas, akan sangat sulit membayangkan kesedihan. Begitu pula sebaliknya, akan sulit untuk membayangkan kesenangan ketika posisi kepala menunduk. Teknik ini sangat efektif untuk melakukan pengalihan terhadap suatu focus tertentu.

3)      Anchoring

Teknik ini adalah teknik dengan memberikan pesan mental dengan sentuhan atau tindakan dan kata-kata untuk mengasosiasikan kejadian tertentu.

Menerapkan Hypnoparenting dalam Mendidik Anak

Ketika ingin menyampaikan pesan-pesan atau nilai-nilai dalam kehidupan, buatlah suasana yang menyenangkan. Jadikan situasi menyenangkan tersebut sebagai media untuk mengalirkan sugesti-sugesti tentang kebahagiaan, cinta kasih, dan kelimpahan.

1)      Membangun kepercayaan anak

  1. a.      Verbal/nonverbal agreement

Manusia menyukai orang yang serupa atau memiliki pendapat yang sama. Sebelum menyampaikan pendapat yang berbeda kepada anak, sebaiknya gunakan persetujuan verbal atau nonverbal terlebih dahulu. Hal ini akan membuat pikiran bawah sadar anak lebih nyaman.

  1. b.      Mirroring and matching

Teknik ini dilakukan dengan cara meniru dan menyamakan bahasa tubuh untuk membangun keakraban. Gunakanlah teknik mirroring and matching hanya pada gerakan yang disukai oleh lawan bicara.

  1. c.       Language pacing

Teknik ini membentuk keakraban dengan cara menganalisa kecenderungan pemilihan kata lawan bicara. Kita perlu memahami dan mengerti kosa kata yang kerap dipergunakan oleh anak.

  1. d.      Eye contact and eye alignment

Teknik ini membangun keakraban dengan melakukan kontak mata dan sudut pandang dengan menimbulkan rasa nyaman bagi anak. Karena kontak mata yang tidak berlebihan dan wajar akan membangun keakraban.

2)      Sugesti

  1. a.      Client language preference

Gunakanlah kata-kata dan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Dengan demikian, sugesti akan mudah diterima secara benar oleh pikiran bawah sadar anak.

  1. b.      Emosi

Bangkitkan sensitivitas tiga indera utama mabusia yaitu pengelihatan (visual), pendengaran (auditori), dan perasaan (kinestetik). Dengan maksud bahwa dalam memberikan saran persuasif hendaknya mampu merancang pesan yang mencakup ketiganya.

  1. c.       Repetition

Kombinasi pilihan kata bermakna sama yang diulang seperlunya mampu memperkuat nuansa emosional dalam komunikasi.

  1. d.      Present tense

Ketika komunikasi dibentuk, berikanlah pernyataan tidak langsung yang bertujuan agar lawan bicara mendapatkan sensasi emosional sekarang juga, bukan diwaktu yang akan datang.

  1. e.      Personal

Penggunaan kaliat yang ditujukan secara pribadi akan lebih diterima pikiran bawah sadar manusia. Ketimbang memakai kata “kamu” sebutlah nama anak ketika melakukan sugesti dalam hypnoparenting.

  1. f.        Progressive

Diperlukan adanya pola kesatuan kalimat yang menunjukkan suatu kondisi bertingkat atau bertahap. Pola kalimat yang tidak jelas alurnya sulit tertuju pada pikiran bawah sadar.

  1. g.      Pacing – leading

Pola penyisipan ide di balik fakta sangat bermanfaat dalam memberikan saran persuasif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

by: F.Dewantoro

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 19, 2011 in Sekitar Komunikasi

 

Asumsi Teori Difusi Inovasi

Asumsi utama yang dapat disimpulkan dari teori difusi inovasi  adalah:

1.    Difusi inovasi adalah proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial

2.    Inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif, kesesuaian, kemampuan untuk dicoba, kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar, dan tingkat kerumitan yang lebih rendah akan lebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya

3.    Ada sedikitnya 5 tahapan dalam difusi inovasi yakni, tahap pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi

4.    Ada 5 tipe masyarakat dalam mengadopsi inovasi yakni inovator, early adopter, early majority, late majority, dan laggard.

Asumsi Teoritis

Everett M. Rogers (1983) mengatakan, merumuskan, kembali teori ini dengan memberikan asumsi bahwa sedikitnya ada 5 tahap dalam suatu proses difusi inovasi, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, pelaksanaan, konfirmasi.

Sumber:

Bungin, Burhan. Sosiologi komunikasi. Jakarta : Kencana, 2008.

Ardianto, Elvinaro & Erdinaya, Lukiati Komala. Komunikasi massa : Suatu Pengantar edisi revisi. Bandung: Simbiosa, 2007.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 5, 2010 in Sekitar Komunikasi